Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang 11.34 Kota Pekalongan

Diery Jamnas ke 9 tahun 2011


 Kegiatan Nasional




  
Senyuman khas anggota Gerakan Pramuka yang ramah menyambut kedatangan Tim Humas Kwarnas yang sore itu (6/7) berkunjung ke beberapa tenda peserta. Aktivitas remaja yang mencirikan Pramuka jelas sekali tergambar. Saat mengantri di (Mandi,Cuci dan Kakus) MCK.  Mengantri mendapatkan bahan natura untuk peserta masak di tenda, anjangsana dengan tetangga tenda sampai seru-seruan berlomba di lapangan keluran setiap sorenya.

Termasuk aktivitas menyisir dan menjalin rambut di teras tenda. membersihkan tenda  Ada juga yang sudah rapi dengan seragam kontingennya dan duduk sambil menyapa teman yang melintas dan mempersilakan mampir mencicipi makanan khas daerahnya.

Seperti Penggalang Putri dari Kwarcab Kota Pekalongan,  yang menata tas didalam tendanya dengan rapi. Begitu juga peserta Putranya yang menata botol-botol air mineral yang digunakan sebagai dirigen pengangkut air dan tak lupa membersihkan lingkungan sekitar tenda,

Kwarda Papua yang posisi tendanya persis berada di depan tenda kami, tampak ramai dengan lagu-lagu khas daerahnya, hingga siapa saja pasti tertarik singgah dan mendengarkan aksi mereka, karena di depan tenda mereka pajang semua benda seni khas Papua, seperti lukisan kayu, tas noken, tifa dan juga koteka. Siapa saja pasti mau berfoto bersama di depan gapura tenda mereka yang khas. seakan tak mau ketinggalan mereka para pandu dari Singapura dan Malaysia yang sangat bersahabat menyapa, berkenalan hingga bertukar cendera mata

Lelah, seperti di Kawrcab Kota Pekalongan, laksana dipadang pasir yang merindukan oase, sungguh sangat melelahkan hanya untuk mencari sumber air kita harus berhalan berkilo-kilo.
tampaknya panitia pelaksana kewalahan masalah Air, padahal hal ini sangat fital dalam kehidupan, terutama berkemah, mirisnya gara-gara krisis air yang mewabah, toilet-toilet yang disediakan menjadi sangat kotor, penuh dengan kotoran manusia, baunya saja sangat menyengat sampai ke tenda-tenda.
Pemukiman Bumi Perkemahan menjadi lahan penyakit, belum lagi masalah wabah nyamuk malaria yang mengancam, ditambah kotornya lingkungan yang kering kesulitan air, hal ini setidaknya bisa jadi koreksi mendalam dalam merencanakan sarpras di setiap even Daerah, Nasional maupun Internasional.
Untuk mencegah penyakit yang hendak mampir yang penting isi amunisi yang teratur, karena hidup tanpa logistik akan semakin tidak logis
Hiburan, sangat penting bagi mereka yang jenuh akan masalah-masalah sehai-hari di buper, panitia menyediakan panggung expo, sekali lagi tempatnya jauh nian mungkin ada 7 kilo jarak perjalanan menuju kesana.

Pramuka memang selalu riang dan gembira, tercermin dari muka-muka kusut mereka yang meregangkan bibirnya berceloteh dengan teman-teman se Indonesia,


Bersama teman menikmati indahnya pulau ini begitu menyenangkan, sungguh kenangan tak terlupakan.

Im memoriam :
Terbit ataupun terbenam Matahari itu, takkan terasa tanpa kehadiran kalian di hidupku





Takkan ada lagi sepi menyelimuti,



ketika aku haus, engkau yang tawarkan air kehidupan,


saat ku merasa lapar, tak segan kau beri aku suapan pengenyang,


bila ku lelah, punggungmu pun kau berikan,
tak banyak yang bisa ku balas meski dengan syair


karena ku bukanlah seorang penyair, aku hanya pengamen kecil
yang menyanyikan lagu-lagu besar,


tahukah kamu aku tak lagi butuh pengawal, yang hanya sekedar mendampingiku
saat ku ingin buang air,


kadang tak pernah kau sadari bahwa aku kini telah berubah
kuat dan siap bertempur, berbalik menjagamu, negeri ini....................


bernyanyilah engkau nana nan anana nanan.............













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar