Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang 11.34 Kota Pekalongan

PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT


PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT

A.   DASAR PEMIKIRAN
1.    Mengapa materi Analisis SWOT perlu diberikan kepada Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
a.    Bahwa Dewan Kerja adalah pemimpin, mereka harus selalu berusaha memimpin dirinya sendiri sebelum berniat memimpin orang lain.
b.    Bahwa Dewan Kerja wajib mempunyai kemahiran menyatakan pendapat, pikiran, dan kemauan yang jelas.
c.    Bahwa Dewan Kerja wajib mampu menerapkan suatau analisis guna memecahkan masalah serta dapta merencanakan kegiatan - kegiatan Penegak dan Pandega.
d.    Bahwa Dewan Kerja sebagai organisasi yang telah memiliki tata kerja yang tetap, yaitu menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan – kegiatan Penegak dan Pandega
2.    Funsi Dewan Kerja
a.    mejalankan kebijakan kwartirnya, memberi sumbangan saran tentang pengembangan kegiatan
b.    Penghubung antara Kwartir dengan Penegak dan Pandega.
c.    Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kegiatan.
3.    Dewan Kerja mutlak memerlukan sesuatu koordinasi dengan berbagai macam sistem sehingga harus mendapat wawasan baru, analisis pemecahan masalah yang mutakhir
Pada saat sekarang sedang NGRTREN dikalangamn para TOP MANAJERIAL, yaitu materi analisis SWOT
4.    Dewan Kerja selalu berusaha menjangkau masa depan, tanpa melupakan masa lalu
5.    Untuk itu analisis SWOT diberikan dalam rangka kegiatan Pelatihan Pengelola Dewan Kerja ( PPDK )

B.   PERMASALAHAN
Untuk membatasi pembahasan pembahasan dalam tulisan yang sederhaana ini sekaligus untuk menyamakan pola pikir kita, maka dalam tulisan ini dirumuskan permasalahn – permasalahan sebagai berikut:
1.    Mengapa diperlukan analisis SWOT dalam peme4cahan masalah oleh Dewan Kerja
2.    Bagaimana caranya mengetrapkan analisis SWOT dalam memecahkan masalah
C.   PENGERTIAN ANALISIS SWOT]
1.    Metode analis SWOT terangkai dari dua unsur kata dan satu unsur singkatan, yaitu metode dan analisis sebagai unsur kata dan SWOT sebagai singkatan.
Metode dan Analisis adalah cara mnyampaikan makalah dengan sistematis, teknis dan strategi untuk mengatasi suatu analisa.
Analisis dapat diartikan suatau cara untuk mengurai dan mengelompokkan fakta – fakta dan data – data guna bahan pengenalan, pembelajaran, dan pemecahan masalah, ini sangat sederhana dan mudah sekali.
2.    SWOT kepanjangan dari ;
S          = STRENGH berarti Kekuatan
W         = WEAKNESS berarti Kelemahan
O         = OPPORTUNITY berarti Kesempatan
T          = THREAT berarti Ancaman


Apabila setuju singkatan SWOT , sama dengan KEKEPAN ialah:
KE       = Kekuatan
KE       = Kelemahan
P          = KesemPatan
AN       = Ancaman
Menurut anda mudah yang mana untuk mengingat SILAKAN dipakai

D.   PEMBAHASAN
1.    Konsep Dasar Analisis SWOT
a.    Sejalan dengan kemajuan jaman serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi canggih dan seni yang semakin modern, tentu memerluksn jalan pemikiran yang modern pula. Ilmu pengetahuan, teknoogi dan seni medern dan munculnya permasalahan-permasalahanberanekaragam yang dihadapi oleh gerakan pramuka
b.    Eksistensi dewan kerja kwartir yang telah diatur dalam AD dan ART. Gerakan pramuka yaitu sebagai badan pelaksana kegiatan pramuka penegak dan pandega di kwartirnya masing-masing, harus semakin aktif, efektif dan efisien dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi .
c.    Dewan kerja penegak dan pandega merupakan ujung tombak gerakan pramuka sangat penting mendapatkan pengetahuan berbagai metode analisis pemecahan masalah, yang aktual sekarang adalah analisis SWOT. Metode analisis Swot dirancang untuk membantu memecahkan masalah.
d.    Atas dasar pemahaman konsep-konsep di atas maka metode analisis SWOT dapat dimaknai sebagai suatu proses tindakan manajemen yang didasari uraian fakta-fakta potensi = seperti kekuatan kelemahan kesempatan adn ancaman. Dengan mencermati makna analisis SWOT kita dalam menggunakan harus dengan sikap kritis, kreatif, motivatif dan pendekatan yang humanis . selanjutnya untuk mendapatkan sesuatu gambaran yang nyata tentang SWOT, kita gambarkan eksistensi materi tiap unsur organisasi gerakan pramuka. Adapun secara terinci sebagai berikut:
1.    Eksistensi materi SRTENGTH : kekuatan
Kemampuan gerakan pramuka daerah XI Jawa Tengah mempunyai kekuatan 35 Kwartir cabang kabupaten / kota. Masing-masing kwarcab, mempunyai daerah binaan  tingkat kecamatan  / kwaran 20 ranting dan kwaran membina lebih kurang 25 gugus depan yang berpangkalan di SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi.
a.    Kwarran memiliki  gugus depan yang berpangkalan di SD. Peserta didik siaga 4 perindukan siaga putra/putri dan 2 pasukan penggalang putra / putri SD.
b.    SMP peserta didik penggalang 5 pasukan penggalang putra / putri.
c.    SMA peserta didik penegak 2 ambalan putra/putri.
d.    Perguruan tinggi anggota pramuka dewasa muda rata-rata 1 racana pandega putra/putri.
Anggota dewasa, Terdiri dari :
a.    Pembina, pelatih pembina
b.    Andalan
c.    Majelis pembimbing gudep dan mabi saka
d.    Instruktur saka pamong saka
e.    Karyawan kwartir
f.     Data tentang kualitas sumber daya manusia yang telah dicapai antara lain ;
-    Pramuka garuda: siaga ,penggalang, penegak, pandega ada berapa.
-    Pembina mahir dasar dan mahir lanjutan berapa
-    Pelatih dasar dan pelatih lanjutan berapa
g.    Alat perlengkapan dan transportasi serta kekayaan kwartir liannya termasuk dana
h.    Terlibatnya fungsi dan tugas dari pejabat pemerintah, dukungan masyarakat tentang gerakan pramuka.
i.      Simpati orang tua pramuka
j.      Struktur organisasi gerakan pramuka yang sudah mantap

2.    Eksistensi WEAKNESS / kelemahan
Kelemahan dan kekurangan yang ada pada gerakan pramuka dewasa ini apa saja misalnya;
a.    kurang jumlah dan mutu tenaga staf yang bekerja secara penuh
b.    perbandingan pelatih dan pembina dan pembina yang ideal 1 : 10,saat ini masih 1 : 40
c.    perbandingan pembina dan peserta didik yang ideal 1 : 10, saat ini masih 1 : 40
d.    pencapaian target sasaran peserta didik yang ideal berkulifikasi pramuka garuda 10 %, saat ini masih sekitar 5 %
e.    mekanisme kerja yang belum mantap
f.     kurangnya peralatan latihan serta prasarana perkemahan kurang memadahi
g.    pendataan pendanaan yang belum mantap sumbernya di setiap kwartir
h.    belum semua mabi berperan aktif
i.      peran serta orang tua pramuka, partisipasi masyarakat belum merata
j.      kaderisasi dan kepemimpinan dalam pengabdian gerakan pramuka belum konsisten, dan lain-lain.

3.    Eksistensi materi OPPORTUNITY: peluang,; kesempatan
Peluang, kesempatan apa saja yang dapat dicari dan digali oleh organisasi gerakan pramuka perlu diteliti secara cermat dan akurat. Teori mencari peluang dan kesempatan, kita perlu mengadakan perhitungan, misalnya :
a.    Menjangkau masa depan yang tidak melupakan masa lalu. Mengkaji peluang eksternal organisasi gerakan pramuka, untuk mengembangkan wawasan bernuansa wira usaha.
b.    Pelung / kesempatan dari pemerintah apa saja yang bisa kita jadikan kesempatan
c.    Peluang mengikuti magang di pabrik
d.    Peluang dibidang kependudukan dan pelestarian sumber daya alam, memanfaatkan sejengkal tanah tidur

4.    Eksistensi materi THREAT: ancaman / gangguan
Beberapa jenis ancaman, gangguan apa saja yang bisa menjadi kendala dalam permasalahan untuk dipecahkan karena itu kita harus hati-hati dan cermat dalam menghadapinya, jangan kita salah langkah.Perlu dipahami inventarisasi, materi yang  kira-kira menjadi Ancaman.
Antara lain :
a.    Ancaman ideologi Pancasila
b.    Politik praktis yang disisipkan dalam Gerakan Pramuka
c.    Gangguan atau ancaman yang bersifat mental, spiritual
d.    Gangguan datang dari anggota sendiri karena sombong dan malas berbuat

Dengan mengacu pada berbagai materi SWOT di atas tentunya dalam memecahkan masalah dengan menerapkan analisis swot harus tetap dikondisikan untuk di sesuaikan dengan KWARTIRNYA masing-masing.
Dengan cara demikian maka penerapan analisis SWOT dapat efektif dan efisien.

2.    Aplikasi analisis SWOT dalam pemecahan masalah
Kita mengenal beberapa macam cara untuk menganalisa masalah, misalnya  :     Analisis untuk mencapai sasaran
Analisis berdasrkan program
Analisis berdasarkan biaya
Analisis tersebut di atas hanya menekankan pada salah satu aspek saja, sehingga aspek lainnya tidak tercakup. Untuk itulah, maka diperlukan mencari alternatif analisis lain yang dapat menyentuh seluruh sektor dalam emmecahkan masalah, sehingga memberikan manfaat yang lebih banyak. Dan salah satu cara yang sekarang sedang NGETREND daam memecahkan masalah adalah :


ANALISIS SWOT
Analisis SWOT memerlukan data dan fakta yang rinci dan lengkap serta aktual dan akurat dari keempat faktor dimaksud yaitu :

            Strength          -           Weakness       -           Opportunity     -           Treat
            Kekuatan         -           Kelemahan      -           Kesempatan    -           Ancaman
Yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisah-pisah. Prinsip-prinsip dalam Gerakan Pramuka antara lain :
1*   Permainan – menarik – menyenangkan mengandung pendidikan
2*   Berbuatlah sehebat-hebatnya untuk mengembangkan dan meluaskan kagiatan kepramukaan.
3*   Pengabdian merupakan pengembangan dua aspek :
-          Untuk menanamkan jiwa kebajikan
-          Aspek pengalaman dalam praktek
4*   Pandega adalah anggota pramuka dewasa muda
Kelebihan analisis SWOT :
Berfikir dengan tepat dan benar untuk menggunakan faktor-faktor :
-          Kemampuan
-          Kelemahan
-          Kesempatan
-          Ancaman
Bagaimana dewan kerja dapat menerapkan analisis SWOT dengan baik ?.
Langkah utama dewan kerja :
*     Mengenali masalah secara cermat lalu memberi klarifikasi masalah kemudian menerapkan analisis SWOT.
Dewan Kerja
a.    Potensi – potensi apa saja yang dapat diberdayakan untuk membantu mengatasi masalah.
b.    Kelemahan dan kekurangan apa sehingga dapat memberi antisipasinya.
c.    Mampu memenfaatkan kesempatan atau peluang
d.    Gangguan ada yang bisa menggagalkan dalam memecahkan masalah.

  • Dewan kerja selanjutnya harus dapat menyusun program tindak lanjut.
  • Ingat! Ancaman selalu silih berganti
Timbul ancaman dibuatkan antisipasinya
Timbul ancaman baru ditanggulangi
Timbul ancaman lagi dan seterunya.
  • Seni mengelola, mengerahkan orang lain adalah manajemen yang baik.
Contoh :
1.    Membina diri
2.    Berbuat sesuatu yang baru
3.    Pengendalian diri, sabar dan tawakal
4.    Kompak, rukun dan jujur
Contoh : Mengatasi masalah sederhana
(A).                  1.         Ketajaman Berfikir
   2.         Rela berkorban
   3.         Suka menolong
   4.         Pandai memecahkan masalah
           
KEKUATAN

(B). Kekurangan pembina : Di Gudep SUMBER DAYA, Pembina Siaga, di Gudep SMP Pembina Penggalang

KELEMAHAN

(C).      Penegak dan Pandega bersedia membina

                                    KESEMPATAN

(D).      Terlantar anak Siaga di SD dan adik Penggalang SMP ancaman.
                        Kesimpulan : teratasi : Analisis SWOT

Contoh :
·         Perkemahan Wirakarya/ PW
Tiap ambalan dan racana wajib mengirim peserta PW, satu sangga dan satu reka                Masalah

(A).   Penegak dan Pandeg abanyak yang pintar – pintar melukis, memasak kue, Memperbaiki Handphone                 Kekuatan
(B).   Beberapa T dan D kesulitan membayar persyaratan PW
                                       Kelemahan
(C).  1. Di SD membutuhkan gambar pahlawan dan Peta
2. Beberapa bapak handphone-nya rusak                      Kesempatan
(D). Beberapa penegak dan Pandega terancam tidak bisa berangkat
                                    Ancaman
Hasil penjualan peta, kue kepada ibu – ibu dan hasil perbaikan handphone dapat untuk mendukung persyaratan.
Kesimpulan : Permasalahan teratasi

TUGAS ! Coba buat semacam itu tetapi lebih luas permasalahannya.


E.    PENUTUP
Demikian penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna.
Pokok – pokok materi analisis SWOT kami sajikan dan kami berharap materi ini tidak sekedar dipahami secara teoritis, akan tetapi harus diaplikasikan dalam rangka memecahkan masalah yang ada.
Karena itu untuk melengkapi tulisan ini kami mencoba memberikan beberapa berbagai bentuk permasalahan untuk dicari solusi yang tepat, sehingga dapat menambah pengalamannya dalam masalah dengan menggunakan analisis SWOT.



DAFTAR PUSTAKA

Hardijono         1997                Analisis SWOT, Bahan KPL Plus angkatan I Kwarnas di
                                                                                    Jakarta
Poernoto         1998                Uraian materi analisis SWOT Pelengkap materi analisis SWOT
                                                                                    KPL Plus angkatan II Kwarnas di Jakarta
Kwarnas          1999                Bahan kursus pengelola kwartir tingkat nasional, Kwarnas di
                                                                                    Jakarta
Suyahman      1999                Urgensi analisis SWOT sarana emmecahkan masalah dan
                                                                                    pengambilan keputusan (makalah) Sukoharjo.






Download

1 komentar: